7-Justice tale: Mery Go Round pt.1
Part 1: Prologue
Apakah yang kalian pikirkan tentang Merry Go Round? Sebuah permainan kuda-kudaan konyol yang kau mainkan saat kecil kah? Ataukah permainan dimana kau menaiki kuda-kudaan dan kuda itu akan berputar? Ya, benar. Itulah Merry Go Round yang asli.
Sayangnya, Merry Go Round yang dimaksud bukanlah Merry Go Round seperti di atas. Melainkan sebuah penemuan yang diciptakan oleh Prof. Fajrin beserta ketiga asistennya. Penemuan ini tak digunakan untuk hal-hal berbau ilmiah. Sang profesor yang notabene bosan mengarungi dunia sains yang tak terbatas, iseng menciptakan alat hiburan macam Merry Go Round ini.
Sekilas, Merry Go Round ciptaaannya memang mirip dengan Merry Go Round di taman bermain. Berdanya, jika biasanya Merry Go Round asli menggunakan kuda-kudaan, maka Merry Go Round ini menggunakan kursi dan penutup kepala macam alat steam di salon-salon.
Alat ini juga termasuk alat hiburan terbatas, karena hanya orang yang dipilih yang bisa mencobanya. Bekerja menggunakan tenaga alam, penemuan ini tak memakai sedikit pun listrik yang sekarang sang at mahal. Benda berkapasitas belasan pemain ini diawasi oleh layar besar dan tombol-tombol selaku pengaturnya.
Bisa dibilang, Merry Go Round adalah mesin game. Bemrain Merry Go Round hampir sama dengan bermain game, hanya saja kita tak memerlukan joystick atau tek-tek bengek macam apapun. Hanya tinggal duduk manis, membiarkan penutup kepala macam steam rambut itu menutup, dan permainan dimulai!
Game yang dimaksud di sini sebenarnya juga bukan game. Melainkan dongeng-dongeng klasik dengan si pemain sebagai tokoh yang bermain di dongeng itu. Misalnya, sang profesor memilih dongeng Cinderella, maka si pemain akan berlakon sesuiai kisah Cinderella. Permainan selesai, apabila dongeng itu juga selesai dan sukses pula.
Pada tiap dongeng yang dilakonkan, ada tokoh utama dan tokoh figuran. Tokoh utama ini sendiri dipilih secara acak, tak mengenal laki-laki maupun perempuan. Jadi, bila laki-laki yang terpilih menjadi tokoh utama dalam dongeng Cinderella, maka laki-laki itu menuntaskan perannya hingga sukses.
Dan hanya tokoh utama saja yang kepribadiannya tetap seperti kepribadian sehari-harinya. Tokoh sisanya akan berkepribadian layaknya tokoh yang mereka perankan.
Tokoh utama adalah tokoh yang paling sibuk. Ia masih bisa berkomunikasi dengan profesor yang mengawasi jalannya permainan. Tokoh utama juga akan mendapat misi yang disampaikan melalui kertas yang akan muncul secara tiba-tiba dan entah berasal dari mana.
Tokoh utama juga memegang kunci permainan. Jika tokoh utama tidak serius, maka permainan akan berlangsung hingga tokoh utama serius dan cerita selesai dengan mulus.
”Kita harus mengundang beberapa anak untuk mencoba ini,” papar prof.Fajrin seraya mengusap janggutnya. Eh, nggak deng. Masih muda dia, nggak punya jenggot.
”Setuju, biar Abbie aja yang mengundang,” Faisal menunjuk cowok endut di belakangnya. Ia adalah asisten prof.Fajrin. ”Kok gua?!” Abbie menunjuk mukanya sendiri.
”Kalo nggak mau, gua aja,” sesosok makhluk tak berleher muncul dari balik pintu dengan sfx horor. Eh, nggak pake sfx horor deh, pakenya sfx boneka barbie. Makhluk tak berleher itu bernama Bagaskara(ng). Asisten prof.Fajrin yang lain.
”Oke, ditunggu besok,” prof.Fajrin mengacungkan jempolnya yang dikasih plester motif beruang.
Sementara itu, tak jauh dari laboratorium tempat prof.Fajrin dkk. berada, dua sosok makhluk nampak membisu di sofa kulit yang elegan.
”Gua nggak bisa terima ini!” seorang diantaranya berdiri. Mengepalkan tangan di udara dengan ekspresi mendukung. ”Gua nggak bisa terima!” orang itu mengembalikan kotak berwarna putih ke orang yang satu lagi.
”Profesor..” gumam Fakrie seraya menerima kotak putih yang disodorkan prof.Afif.
”Jelas gua nggak bisa terima! Masa lu beliin gua kaos yang gambarnya Upin-Ipin!” Afif mencak-mencak, Fakrie mengkeret. ”Abis profesor, nggak ada motif yang lain! Ya masa gua beliin yang motifnya power rangers!” kilah Fakrie beralasan.
”Aaaaah~! Kenapa nggak lu beliin yang motif itu! Gua ngefans banget tau ama power rangers!” bentak Afif gregetan.
Prof. Afif, rival prof. Fajrin yang gondro-salah. Rival prof. Fajrin yang berambut tipis itu sedang marah dengan asistennya, Fakrie lantaran kaus yang dibelikan Fakrie tidak berkenan di hatinya.
Fakrie manyun. “Udah ah! Lebih baik bahas aja tuh si Fajrin yang baru aja bikin alat ilmiah baru!” usulnya kesal.
Tiba-tiba mata Afif membulat, menatap mata Fakrie yang nyaris ngilang dengan tajam (setajam silet!) dan menusuk. Mulutnya ternganga, namun segera dikatupkan begitu lalat besar nangkring di pundaknya.
”UUUAAPHAAAAA?!” pekiknya tak percaya dengan nada hiperbolis. ”Nggak usah pake kuah kaleeeeee,” sungut Fakrie mengelap wajahnya yang basah.
”Gua nggak bisa terima ini! Tidak bisa!” lagi-lagi, profesor berambut tipis itu mengepalkan tangannya di udara dengan ekspresi sendu bak Rhoma Irama. ”Gua nggak bisa terima! Kenapa cebol itu bisa menciptakan satu hal yang lain, sementara kita belum?!”
Di laboratoriumnya, prof. Fajrin bersin entah kenapa.
”Beirsik!” seseorang mendobrak pintu. Mukanya yang cemberut, dan suaranya yang agak cempreng menggelegar di laboratorium prof. Afif yang berantakan akan alat-alat ilmiah. Afif dan Fakrie mengkeret, Dika, orang itu bertolak pinggang.
”Siapa yang bilang cebol?” tanyanya dengan suara bergetar menahan amarah. ”D-dia!” serentak Afif dan Fakrie menunjuk satu sama lain.
”Nggak tau ah! Pokoknya, kalo ada yang ngomong ’cebol’ lagi, nggak dapet jatah makan!” Dika berlalu. Koki handal namun cebol itu memang mengabdi pada Afif, namun ia sudah seperti ’majikan’nya Afif saja. Namun siapa yang mau menolak masakannya yang begitu lezat?
”Lu sih!” Afif dan Fakrie menuding satu sama lain. Fakrie melipat kedua tangan di depan dada, Afif mendelik. ”Udah deh, sekarang, ikuti rencanaku mengacaukan sistem Merry Go Round-alat temuan baru-prof.cebol itu! Fufufufu...” dua tanduk merah mulai keluar perlahan dari kepala Fakrie, sementara Afif mendecak.
Sekali lagi, Fajrin bersin tanpa sebab di laboratoriumnya.
-------------------------- -----------------------
Bagaimana nasib Merry Go Round tersebut?
Dapatkah seseorang menghentikan rencana Fakrie dan Afif?
Bagaimana kisah selanjutnya?
Ikuti terus cerita ini!
c u
regards,
Nadhila Fajriani Putri
(P.S: oke, silahkan anak 7J melempari gua dengan tomat. Terutama untuk Afif dan Fakrie, silahkan lempari gua I-Phone. Huahahahahaha! :P)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar